Riders di Dunia Musik: Antara Kebutuhan & Permintaan Absurd

Beberapa waktu lalu seorang musisi senior, Ari Lasso mengunggah postingan terkait refreshment riders di instagramnya, dengan caption yang lumayan panjang. Intinya beliau menunjukkan kebutuhan refreshment yang mudah didapat dan diklaim tidak merepotkan panitia. Melalui caption tersebut, beliau juga menyentil musisi musisi baru yang aji mumpung dengan banyak hal yang dinilai mengada ada. 

Postingan tersebut dibagikan ribuan kali, dan mendapat banyak respon dari sesama musisi dan EO yang merasa pernah dirugikan oleh artis artis tertentu.

Jadi ingat waktu awal ngeband bareng Olski, tahun ke 3 ngenand, kami pernah main di sebuah acara di gerai makanan cepat saji, karena saat itu adalah event stand up comedy, dan panggung kosong, kami mengirim technical riders ke panitia, yang menurut kami untuk hanya kebutuhan panggung sederhana namun berimbas dikatain “udah kayak Sheila on 7” tentunya yang saya amini bareng teman teman. 

Dilansir dari Music Gateway, riders merupakan bagian dari kontrak pertunjukan yang di dalamnya mencakup spesifikasi dalam rangka memfasilitasi penampilan artis. Singkatnya, riders adalah permintaan talent/artis yang harus dipenuhi oleh penyelenggara acara. 

Biasanya ada dua tipe riders, technical dan hospitality, technical biasanya bersifat teknis dan merujuk kebutuhan show/panggung dan hospitality bersifat nonteknis biasanya isinya tentang akomodasi transportasi konsumsi dll. 

Jika merujuk dari situ, seharusnya tidak bisa gebyah uyah dalam kebutuhan riders dari tiap musisi, karena kebutuhan antar musisi pasti berbeda beda, dan yang pasti, musisi pun juga seharusnya ingin menampilkan yang terbaik di setiap shownya, dan itu juga harus didukung kebutuhan yang maksimal. 

Tapi kalau ada yang aji mumpung, seharusnya halal dijiwit cilik. 

Lalu jika melihat dari fenomena yang disampaikan oleh mas Ari Lasso di Instagramnya, mungkin ada satu hal yang terlewat, yaitu komunikasi antara pihak artis dan panitia. Menurut saya, artis sah sah saja meminta kebutuhan pendukung panggungnya, namun jangan lupa kalau Panitia berhak untuk mendiskusikan dan melakukan penyesuaian setelah ada kesepakatan dengan pihak artis, maka pihak panitia bisa mengirim balasan riders dalam bentuk Counter Riders. Riders sendiri akan lebih baik jika disampaikan dan dipelajari jauh jauh hari sebelum event berlangsung. Jadi panitia juga tidak gedandapan cari kebutuhan pendukung artis tersebut. 

saya pernah terlibat obrolan bersama beberapa teman musisi, jika memang ada beberapa artis yang memasukkan hal-hal aneh di list riders, itu dilakukan supaya bisa memastikan apakah panitia benar benar membaca daftar riders tersebut atau tidak. Soal hal tersebut harus dipenuhi atau tidak ya tinggal kesepakatan saja. Bayangkan betapa kesalnya artis saat minta monitor speaker untuk kebutuhan panggung namun yang disediakan malah monitor komputer -itu pun monitornya masih yang tabung,bukan LCD- dan hal itu terjadi hanya gara gara panitia tidak membaca secara detail ridersnya. Untuk hal seperti ini, panitia yang malas membaca riders boleh untuk dijiwit cilik juga.

yang harus kita pahami, ada beberapa riders artis yang sifatnya confidential, atau hanya boleh dibaca oleh pihak pihak tertentu, jadi tidak boleh menyebar luaskan list riders tersebut tanpa seizin artisnya. Oh iya, riders artis juga akan terasa tidak masuk akal, jika kita bukan bagian dari panitia atau musisinya.

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya