Di tengah kota yang sibuk dan dunia yang kerap terlalu keras, tiga sosok dari latar berbeda memutuskan untuk menyatukan suara mereka. Ada Alghifahri Jasin, aktor dan penulis yang mengisi vokal dengan nada datar namun penuh beban. Ada Adi Gunawan, visual artist yang tak hanya menggambar dengan tangan, tapi juga dengan nada-nada dari bass-nya. Dan Saleh Hariwibowo, produser musik yang menenun lapisan-lapisan emosi lewat senar gitar.
Mereka bertiga membentuk Ratee, sebuah band yang bukan cuma ingin terdengar—tapi juga terasa. Tahun 2024 jadi awal mula. Dan setahun kemudian, lahirlah sebuah karya penuh luka dan kejujuran: album perdana bertajuk Dur! Dar! Dir!
Nama yang terdengar seperti ledakan anak-anak, namun membawa makna lebih dalam: Duri dari Diri.
Album ini adalah cermin dari rasa sakit yang tak selalu terlihat. Sepuluh lagu di dalamnya menyuguhkan narasi tentang manusia-manusia yang rapuh namun mencoba bertahan. Tentang pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban, pelukan yang tak datang, dan perasaan ditinggalkan dalam kelambu sepi.
Lagu seperti “Adakah”, “Peluk Aku”, dan “Tebanglah Diriku” adalah suara-suara dari orang yang menjerit dalam diam—meminta pertolongan, bahkan dari diri mereka sendiri.
Sementara “Market” dan “Kesepian” menggambarkan absurditas hidup: bagaimana kita bisa tetap hampa, bahkan ketika semua yang diinginkan sudah dalam genggaman.
Lalu ada “Biar” dan “Sukar Dipercaya”—lagu tentang kalah, menyerah, dan membiarkan dunia berjalan seperti apa adanya.
Namun album ini bukan hanya tentang luka. Di ujung perjalanan, Ratee menawarkan ruang untuk perlawanan dan… pemaafan. “Maut” dan “Terulang” adalah nyala kecil di tengah kelam, seperti bisikan: bahwa kita mungkin hancur, tapi tidak benar-benar hilang.
“Peristiwa duri dari diri, buatku, telah terekam dan terus terulang sejauh saya bernapas,” kata Alghifahri Jasin. Duri dari diri membawa kami berada di langit kegembiraan yang sama.
Dan mungkin, kita semua punya duri serupa.
Dur! Dar! Dir! kini telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 21 Juli 2025. Dan tak lama lagi, Ratee akan merilis sesi live mereka—sebuah pengalaman visual yang mungkin akan membuat duri itu terasa lebih dekat… dan lebih nyata.
Bukan album untuk hiburan semata. Ini adalah catatan jiwa.
Sebuah letupan kecil… yang bisa mengenai siapa saja.





