Ada banyak cara untuk menggambarkan perasaan jatuh cinta—tapi tidak ada yang benar-benar cukup akurat. Terkadang hangat, kadang menggelisahkan. Rasanya seperti berdiri di persimpangan jalan yang tak memiliki rambu pasti. Maju? Mundur? Atau berhenti saja?
Itulah perasaan yang coba ditangkap Nudia Muntaza lewat single terbarunya bersama proyek musiknya, NMM, yang kali ini berjudul “Antara”. Lagu ini menjadi single keempat dari NMM, dan hadir dengan warna yang berbeda—lebih pelan, lebih sendu, namun tetap menyimpan ledakan emosi di dalamnya.
Yang istimewa, “Antara” juga menjadi momen kolaborasi antara NMM dengan Tama Yuri, penyanyi solo asal Yogyakarta yang dikenal lewat warna vokalnya yang jujur dan emosional. Ketika dua musisi ini bertemu, yang lahir bukan sekadar lagu biasa. Tapi pertemuan dua dunia: lembutnya pop dan energi liar dari pop-punk.
“Selalu ada perasaan campur aduk ketika kita sedang menyukai seseorang. Menerka-nerka, kira-kira dia memberi lampu hijau atau justru lampu merah,” kata Nudia, tentang ide awal lahirnya lagu ini.
Dan benar saja, “Antara” terasa seperti percakapan rahasia dua orang yang sedang saling mencari. Vokal Tama Yuri menyisipkan rasa hangat yang menghanyutkan, sementara aransemen NMM tetap mempertahankan ciri khasnya—emosional, penuh perasaan, dan sedikit memberontak.
Walaupun terdengar sederhana di permukaan, proses di balik layar lagu ini adalah kerja keras penuh dedikasi. Nudia sendiri kembali terlibat secara total, dari penulisan hingga post-produksi. Mixing dan mastering pun ia tangani sendiri, memastikan setiap detail terdengar sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan.
Dalam penggarapannya, NMM juga melibatkan musisi-musisi lain. Eugenius Arno mengisi bagian drum, membawa nuansa ritmis yang dinamis namun tak terlalu bising. Sementara Ibob Gegana memainkan keys, menambah kedalaman atmosfer lagu, menciptakan ruang-ruang hening yang membalut lirik dengan lembut.
Menariknya, “Antara” membawa pengaruh musikal dari nama-nama besar seperti The Story So Far dan Box Car Racer, dua band yang identik dengan kekuatan emosional dan dinamika dalam genre pop-punk. Tapi di tangan NMM dan Tama Yuri, referensi ini tidak hanya ditiru—melainkan diolah menjadi sesuatu yang terasa baru, lebih intim, dan khas Indonesia.
Lagu ini resmi dirilis pada 18 Juli 2025, dan kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan lainnya.





