Di balik bukit karst Tepus, Gunungkidul, di antara semilir angin dan kesunyian yang mendalam, lahirlah kembali sebuah suara yang pernah memeluk kita diam-diam: Berieroots. Setelah satu tahun senyap, ia tak datang dengan teriakan keras atau kemegahan produksi, melainkan dengan bisikan hangat — “Bercerita”, single terbarunya yang dirilis pada Rabu, 16 Juli 2025.
Dalam balutan musik folk yang lembut dan minimalis, Berieroots tak sekadar menyanyikan lagu. Ia mengajak kita duduk, mendengarkan, lalu berbagi, seperti teman lama yang tak butuh basa-basi. Lagu ini bukan tentang solusi, bukan tentang semangat menggebu, tetapi tentang menerima — bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Bahwa terkadang yang kita butuhkan hanyalah seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.
“Bercerita” adalah ruang aman. Tempat di mana luka bisa bernafas, dan kesedihan tak buru-buru disembuhkan, hanya perlu dipeluk. Ada empati yang nyata di setiap baitnya — tidak menggurui, tidak juga mencoba jadi pahlawan. Lagu ini seperti cermin, memantulkan sisi-sisi rapuh yang sering kita sembunyikan, lalu dengan lembut mengajak kita untuk mengakuinya: “Aku terluka. Tapi aku masih di sini.”
Nada yang Menenangkan, Kata yang Menyembuhkan
Dalam proses kreatifnya, Berieroots tak sendiri. Ia dibantu oleh tangan-tangan sensitif yang turut membangun atmosfer hangat lagu ini. Ramabaiq turun sebagai produser sekaligus pengisi keyboard, menciptakan latar suara yang hening namun penuh perasaan. Afilanoisy mengisi bagian gitar yang sederhana tapi menghanyutkan, sementara suara latar dari Elisha melengkapi nuansa lagu seperti cahaya kecil di ujung lorong. Keseluruhan audio kemudian dimatangkan oleh Krisna Adi, melalui proses mixing dan mastering yang menjaga keintiman lagu tetap utuh.
Produksi yang minimalis ini bukan berarti kosong. Justru di situlah letak kekuatannya. Seolah-olah Berieroots sedang berbicara langsung kepada kita, di ruangan sunyi yang hanya berisi dua kursi kayu, secangkir teh hangat, dan cerita yang tertahan terlalu lama.
“Bercerita” bukan hanya karya musik, tapi juga pintu masuk menuju proyek mini album yang akan segera dirilis. Single ini menjadi langkah awal untuk mengajak lebih banyak orang membuka hati — bukan hanya untuk didengarkan, tapi juga untuk mulai mendengarkan dirinya sendiri.
Video lirik dari lagu ini juga sudah tersedia di kanal YouTube Berieroots, menambah dimensi visual yang sederhana namun menyentuh. Sementara versi audionya dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
“Bercerita” adalah pengingat yang sunyi namun kuat, bahwa semua manusia pada dasarnya ingin didengarkan. Dan Berieroots, dengan segala kesederhanaannya, telah berhasil menciptakan karya yang bukan hanya didengar, tapi juga dirasakan — hingga jauh ke dalam.
Jika kamu merasa lelah, jika kata-katamu seringkali tertahan, mungkin ini saatnya untuk berhenti sejenak dan mendengarkan. Karena di balik senar gitar dan suara yang lirih itu, ada ruang aman yang disediakan untukmu. Mari bercerita bersama Berieroots.





