Menikmati Sebuah Perjalanan dan Lagu Lagu yang Masih Tersimpan

Ada satu hal yang pasti dalam hidup anak band: hidup itu tentang jalan dan setiap perjumpaan.

Dari panggung kecil di kafe pinggir kota, gigs indie di pojokan studio rekaman, sampai festival musik dadakan di kampung sebelah. Kadang berangkat pagi, pulang tengah malam. Kadang harus ngangkut mixer, efek, gitar, drum, bahkan merch sendiri. Banyak hal yang dilalui dalam memulai sebuah mimpi. Mimpi supaya sebuah karya bisa sampai ke banyak telinga dan bisa dinyanyikan banyak orang. 

Mendatangi satu kota ke kota lain adalah sesuatu yang selalu menyenangkan entah saat di kota tersebut, atau saat perjalanannya. Semua tentang perjumpaan yang tiada ujung antara kami yang mempresentasikan karya, dan semua orang yang menikmati karyaku.

Dalam perjalanan itu tentu harus menyiapkan semuanya dengan baik, terutama bagaimana kendaraan, bisa mengakomodir semua yang ingin kita lakukan. Bagiku, mobil menjadi sesuatu yang spesial, karena bisa membawa semua yang aku butuhkan. Seperti yang disebut diatas, gitar, mixer, box instrument, sampai ke benda-benda kecil, seperti kacamata, kaos kaki dan semua yang aku butuhkan sebelum pertunjukan bisa masuk dalam satu tempat.

Beberapa waktu lalu, aku diajak kawan untuk testdrive sebuah mobil keluaran baru milik Suzuki, Fronx. Memang agak bertentangan, aku yang berkecimpung di seni, disuruh ikut testdrive mobil baru. Tapi kawanku meyakinkan padaku bahwa dia juga ingin ada experience baru, bagaimana mobil direview oleh anak band. Bagiku yang terbiasa dengan mobil Suzuki (karena mobilku sekarang karimun wagon dan mobil bapak Ertiga) mengiyakan tawaran ini. 

Pertama masuk mobil ini, langsung terasa kalau mobil ini layak dibawa buat tour. Kabinnya cukup lenggang, dengan joknya yang empuk dan cocok buat yang hobi tidur di jok belakang. Dan yang lebih penting audionya jernih. Apalagi buat muterin voice note demo yang suaranya masih cempreng karena asal ngrekam lewat HP.

Bagi anak band yang sedang memulai karirnya, punya kendaraan yang irit adalah berkah. Kalau dari obrolan dengan beberapa orang saat testdrive dilakukan, mobil ini cukup mengakomodasi kamu yang pengen mobil irit, tapi tetep bisa satset ngejar waktu manggung.

Aku membayangkan pakai mobil ini bareng temen-temen sepulang perform atau tour. Jalanan malam yang sepi, hujan rintik-rintik, dan lagu yang diputar hanya file rekaman setengah jadi. Mobil itu jadi studio dadakan. Kita dengerin sambil lempar-lempar ide lirik, kadang sampai pada ketiduran dan nyisaiin aku yang masih nyetir.

Lucunya, banyak moment yang terjadi dalam ruang kabin itu. Lagu yang justru lahir bukan di studio, tapi di tengah jalan kayak gini. Di kabin mobil dengan AC-nya super adem, dan cuma suara hujan yang nemenin.

Aku suka momen kayak gitu. Gayeng.

Bukan hanya tentang ceritanya, tapi tentang mobil yang ngasih ruang kecil yang bisa lo bawa ke mana-mana, yang kadang jadi tempat paling nyaman buat tenang, buat mencari referensi, dan akhirnya menghasilkan sesuatu, yang bisa disebut karya.

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya