Dalam beberapa waktu terakhir, banyak cara ditempuh orang untuk mengekspresikan pendapatnya. Sayangnya, kebebasan itu tak selalu hadir tanpa bayang-bayang represi. Situasi inilah yang kemudian mendorong tiga personel Hunian — Ghozi, Ancal, dan Elang — untuk merilis karya terbaru mereka.
Berbeda dengan rilisan sebelumnya yang lebih banyak bercerita tentang kehidupan personal dan lingkungan sekitar, kali ini Hunian menghadirkan single yang terasa jauh lebih lantang. Melalui ‘Suara-Suara’, mereka ingin menyuarakan berbagai keresahan sosial yang kerap terbungkam di berbagai sistem — mulai dari keluarga, lingkungan kerja, hingga negara.
“Kalau ada sistem yang bikin kamu nggak nyaman, jangan takut buat bersuara. Hak itu harus diperjuangkan. Sistem yang baik itu yang mau dengar suara anggotanya,” ungkap Ghozi, sang frontman.
Lebih lanjut, Ghozi menegaskan bahwa keberanian untuk bersuara bisa dibangun lewat solidaritas. “Kalau takut, jangan sendiri. Rangkul mereka yang juga merasakan hal serupa. Ingat, badai itu lahir dari tetesan-tetesan kecil di udara,” lanjutnya.
Dari Lirik Tajam ke Pesan Inklusif
Awalnya, lirik ‘Suara-Suara’ dirancang lebih eksplisit dan tajam. Namun, melalui diskusi bersama, Ancal dan Elang menyarankan agar pesan tersebut disampaikan dengan cara yang lebih halus agar bisa menjangkau lebih banyak pendengar.
“Ghozi datang bawa lirik yang sebenarnya tajem banget. Tapi setelah brainstorming, kami sepakat buat bikin versi yang lebih smooth, biar bisa lebih inklusif,” cerita Ancal.
Single ini Berkolaborasi dengan Ramdhan Brothers
Menariknya, single ini juga menjadi ajang kolaborasi Hunian dengan sejumlah seniman. Untuk pengisian drum, mereka menggandeng Bounty Ramdhan, additional drummer dari Sheila On 7.
“Waktu diajak Elang buat ngisi, aku langsung tertarik. Aku pengen terlibat di movement yang dibangun Hunian ini,” ujar Bounty.
Tak berhenti di situ, Anaking Ramdhan — saudara kandung Bounty — juga ikut ambil bagian dalam proyek ini dengan membuat konsep artwork ‘Suara-Suara’. Menurutnya, visual artwork tersebut menggambarkan bagaimana kritik sosial kerap dibungkam oleh kekuasaan.
Saat pertama kali mendengarkan ‘Suara-Suara’, lagu ini langsung memancarkan nuansa segar yang memikat. Progresi chord-nya terasa alami, membalut aransemen tanpa membuat pendengar jenuh. Susunan lagu yang rapi juga mampu menjaga emosi dari awal hingga akhir, dengan momen paling mencuri perhatian hadir di bagian interlude — ledakan energi yang berhasil memacu adrenalin dan meninggalkan kesan kuat sejak detik pertama.
Single ‘Suara-Suara’ sudah bisa didengarkan di DSP kesayanganmu. Siap-siap, karena suara yang selama ini tertahan akhirnya akan menggema.





