les piano keyboard

Les Piano

Ini kisah nyata, dengan hiperbola, metafora, dan peyorasi sana sini. Biar asik tulisannya. 

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat mandat dari tante saya untuk mencarikan guru les piano dengan kriteria: tanpa not balok + tidak galak. Akhirnya saya menghubungi Kak Hari Pade. Kak Hari tidak bisa main piano, tapi istrinya bisa dan setau saya memberi kursus ke orang lain juga. Pembicaraan buntu, sebab saya diminta menghubungi istrinya langsung. 

Dengan izin suaminya, saya menghubungi Mbak Ria. Kriiiing… telefon saya diangkat tak lama setelahnya. 

“Mbak, aku lagi mencarikan guru les piano untuk tanteku. Syaratnya blablablabla”, kata Gue. 
“Aku rekomendasikan ke temenku aja ya. Noel namanya. Blabalbalbla”, jawab Mbak Ria sambil kusimpulkan secara sepihak kalau beliau: dengan not balok + galak hihi #ampunmbak.

Singkat cerita, saya kontakan dengan Mas Noel untuk bertemu. Akhirnya setelah pending karena satu dan lain hal, kami berjumpa pada suatu malam. Saya bertindak sebagai makelar yang memperkenalkan calon murid dengan calon gurunya, sekaligus sebagai moderator untuk mengkonfirmasi bahwa beliau bisa mengajar: tanpa not balok + tidak galak. Obrolan tersebut berujung deal untuk les piano.  

Ada beberapa hal yang menarik dari pertemuan itu, yang saya catat di sanubari dan kemudian saya tuliskan disini: 

  1. Mas Noel tidak punya tarif dalam mengajari. Seikhlasnya dari Rupiah 0 sampai dengan tak terhingga. Jangan ditransfer ke rekening saya, langsung ke rekening beliau aja. 
  2. Not balok ataupun not angka sebetulnya masalah kebiasaan. Seperti bahasa saja, kalau kita biasa menggunakannya akan mudah dan lancar.  
  3. Keyboard yang tuts-nya kalau dipencet agak berat dan kembali lagi keatas dengan elegan, layaknya seperti di piano asli, nama fiturnya hammer action
  4. Monggo yang mau les piano bisa ke Mbak Ria ataupun Mas Noel. Nomernya bisa tanya ke saya. Lewat telepati. 
  5. Pak Paino belum tentu bisa main Piano 
  6. Piano bersifat negatif. Untuk lebih positif bisa dibuat jadi Piayes 

Semoga kita semua bisa sesyahdu Om Gardika Gigih dalam berpiano. Dalam sadar maupun dalam mimpi. 

Yogyakarta, 6 Juni 2025 
Nihan Lanisy 

WhatsApp
Facebook
Twitter
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya